Aku Memanggilnya Papa


Dulunya ia laki laki paling ganteng sedunia, tsaaah.. (bole dong😛 ). tapi sudah satu dasawarsa ini ratingnya turun menjadi peringkat dua (loh), di ‘geser’ oleh anak laki lakinya yang satu satunya hmm, begitulah.. harus kuakui adik ku yg kini beranjak dewasa itu dengan gemilang telah mengalahkan prestasinya.. hehe apaan coba!😉

To be honest, papa sangat berarti bagiku.. wajar. sejak bayi aku sudah dalam pengasuhan papa, dari mulai bangun tidur hingga tidur lagi. memandikanku, mengganti popokku, menyuci baju2 ku, membuatkan susu untuk ku.. dan seterusnya.. loh kok bisa? ya bisa bisa aja😛 , soalnya dulu mama dan papa sempat LDR beberapa waktu (pinjam istilah orang), karena SK ngajar mama diluar daerah dan mama yang pertama melahirkan belum pandai mengurusku, beberapa waktu yang pasti tak mudah bukan?🙂

well, entah darimana aku mulai menuliskannya, sebagai seorang anak yg dibesarkan tanpa asuhan seorang ayah (kandung), hampir tak ada peran sumbang yg dimainkan papa..

dan inilah sebagian memoriku tentangnya ^^;

1. Papa tipikal orang yg sangat penyayang. pada istri, anak, keluarga, teman bahkan orang yg menyakitinya sekalipun. semua diperhatikannya, seperti tiang besi yg siap menyangga keluh kesah dan susah. selalu berbuat baik, seumur hidupku tak pernah mendengar papa membentak mama, mengeluarkan suara tinggi atau kata2 kasar, bahkan kata ‘kau’ pun tak pernah terlontar dari mulutnya.. meskipun dokter secara medis mengatakannya darah tinggi tapi papa pandai sekali menjaga emosi.. ada satu cerita yg sangat membekas dihatiku.. sewaktu sekolah masa pacaran dulu, ups SMP maksudnya😛 , aku pernah melakukan kesalahan yg membuat mama marah membara, hehe😀 .. rontok hatiku dan jatuh berderai air mataku (lebay).. waktu itu mama menyuruhku minta maaf pada papa.. datanglah aku menghadapnya (tererereng) menanti kuliah part ke 2.. melihatku terisak isak begitu.. papa malah menenangkan ku.. meskipun ia tahu aku salah, sikap memaafkanku yg ditunjukkannya waktu itu adalah satu pengampunan besar yg membuatku berjanji pada diriku sendiri tak akan mengulangi kesalahan yg sama kembali.. love you papa, love the way you love me..

2. Papa tak bisa diam. tapi sekaligus pendengar yg baik. dari pagi hingga senja, hari kerja atau hari libur ada saja yg dikerjakannya, diurusnya. klw tidak sibuk dengan kerjaan di kantornya, pasti sibuk dengan pekerjaan rumah dan ladangnya. papa selalu punya piaraan. minimal kucing dan ikan ikannya. hari ini aja ada 6 ekor kucing dirumahku, pernah juga 9 ekor. tau ga gimana cara papa mengajari kami? jd ceritanya gini, waktu kecil kami suka malas ngasi makan kucing. papa bilang, klw kucing nya ga kita kasi makan nanti di akhirat dia akan ngadu sama Allah. kita udah mau masuk surga ceritanya, tapi di stop sm si kucing. dia bilang, ya Allah jangan kau masukkan si fulan ini ke surga. dulu di dunia dia ga mau kasi makan aku. eh, aturan nya masuk surga jadi enggak karna kita dituntut si kucing. kalian ga mau kan kayak gitu? lalala cara yg ampuh pa😛 , sejak awal, dirumah ada tiga kolam ikan. sekarang? hmm, jgn ditanya, sekeliling bagasi dan halaman belakang kolam ikan semua. terhitung dari dulu ada ikan emas, ikan nila, ikan lele, ikan gurami, ikan sepat, ikan apalagi ya.. duduk sejenak memandang ikan di kolam adalah hal yg disukai papa melepas penatnya sepulang kerja, itupun sambil mengasi makan, kadang membersihkan, menguras air kolam atau mengupas kulit kelapa untuk mama..

kenapa pendengar yang baik? papa selalu bisa diajak bicara, tukar pikiran. terbukti tiap hari sejak smp sampai sma aku diantar/dijemput papa. dan sepanjang jalan dalam mobilnya aku selalu bercerita apa saja.. papa setia mendengarkan dan selalu bertanya. bagaimana sekolahnya tadi? belajar apa? dapat apa? jika ada cerita baik yg kami bicarakan. papa selalu bilang, nah begitu.. seperti itu yg perlu dicontoh.. duh, manisnya papa🙂

3. Papa suka membaca dan mendengar berita. Alhamdulillah sejak kecil kami dibiasakan belajar bersama2 dalam satu meja. setelah mengaji bersama disana ada papa yg asik membaca, mama memeriksa soal murid2nya, aku dan adik adikku mengerjakan pe er. dulu papa suka membawa kami ke toko buku, boleh beli buku apa saja tapi ga boleh buku cerita -_- . koleksi buku papa banyak dan disusun di rak, sekarang papa banyak berubah.. semakin rajin ibadah. tidak hanya salat yg selalu jam’ah, sudah beberapa tahun ini setiap ramadhan selalu khatam Al Qur’an, tiap hari dirumah channel yg diputar adalah tivi rodja atau saudi arabia, mendengar ceramah agama atau bacaan al qur’an dan artinya. diikuti sambil dihafalnya. spechless.. sering minder tiap kali pulang kesini, senang dan sesak bersatu dalam sekali tarikan nafas, seakan melihat beberapa waktu silam saat semangat masih ber api api.. hiks, ingin rasanya membenahi semuanya lagi..😥

semua masih tentang papa, banyak sekali.. tentang papa yg sengaja menyendokkan nasi yg banyak kepiring ku lalu menungguiku hingga menghabiskan semuanya, papa yg selalu melarangku tidur larut malam, papa yang sering bertanya sudah berapa banyak hafalan ku? apa tafsir Al Qur’an yg dibelikannya sudah kubaca? papa yang bisa menelpon ku lebih dari 3 kali sehari hanya untuk mengingatkanku dulu sewaktu mengerjakan skripsi, papa yang suka lupa hari ulangtahunnya tapi tak pernah lupa ulangtahun anak anaknya, diingatin mama terus soalnya🙂 , papa yang selalu mengingatkanku jika kelak sudh berumah tangga, seorang istri harus taat sama suami, tak peduli setinggi apapun kedudukannya, sebanyak apapun hartanya, seorang istri tetaplah seorsang istri..

sudah lima puluh tujuh tahun usianya kini, tepat hari ini.. di hari yang fitri ini.. papa ku yang gagah mempesona itu kini mulai tua dan renta.. rambut dan jenggotnya yang berangsur memutih cukup menjadi tanda bahwa hari telah senja untuknya.. oh papa, balas apa yg sepadan dengan cinta dan pengorbananmu.. maafkan anak mu ini yg belum bisa membahagiakanmu sepenuhnya.. semoga Allah selalu menjagamu, melindungimu dan membersamai tiap detik kehidupanmu hingga nanti, saat bertemu denganNya di akhirat yang kekal selama lamanya..

Happy Eid Mubarrok 1433 H papa

Barokallaahu fi umrik ^^

*Dipostkan di Facebook tgl 19 Agustus 2012


Related Post :

3 thoughts on “Aku Memanggilnya Papa

  1. Saya sangat berkesan terhadap buah pikiran yang telah dituangkan menjadi suatu suguhan yang menarik untuk disimak, memberikan suatu nilai guna bagi yang membacanya. Sungguh luar biasa…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s