Lihatlah orangtua itu..


lihatlah orang tua itu,
tubuh nya yang tlah susut begitu tertatih menjinjing beban
berjalan diatas aspal yang semakin menanjak ini
setiap beberapa langkah dia berhenti
menurunkan beban nya ke tanah, dan mengatur nafas nya yang tersengal
bagaimana tidak, bakul bakul itu pastilah semakin memberatkan langkahnya

lihatlah orang tua itu,
wajahnya yang keriput tetap tak henti menatap kedepan
mengukur panjang jalanan yang masih harus ia jelang
mata sayu itu perlahan melirik barang dagangan, dan
dengan sisa tenaga nya, orangtua itu kembali memelanjutkan perjalanan..

###

Bukan sekali dua kali, tapi seringkali pemandangan menusuk hati tersaji disini.
Jangan tanyakan mengapa?, karena tak habis pikiran ini mencernanya.


Related Post :

		

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s