Cinta seujung kuku


cinta seujung kuku

dua orang anak manusia sedang bercengkrama
lalu salah satu dari mereka bertanya :
“seberapa besar sih cinta kamu padaku?” (lagi ngomong cinta ternyata)
yang ditanya malah balik nanya “klw menurut kamu, yang kamu lihat selama ini cintaku seberapa besar?” dengan gaya selidik
dijawab seperti itu, yang bertanya ga menanggapi terus bilang begini “klw cintaku sih cuma seujung kuku”
yang ditanya tadi kemudian menjawab ” wah, baguslah lah klw gitu, biar cintamu terus tumbuh untuk ku” dengan nada bersemangat
“yahhh, ternyata dia udah tau.. kamu ini pura pura ga tau dulu kenapa” gerutu si penanya karena gagal merealisasikan aksi romantis nya
“eh iya, sori sori.. lain kali nanti pura pura ga tau dulu” jawab si tertanya sekena nya dengan senyum tercipta di sudut bibirnya..

buat pembaca yang belum tau cerita cinta seujung kuku,
penulis kutipkan ulang nih dari sini

“CINTA WANITA HANYA SEUJUNG KUKU”
“Ternyata cinta seorang wanita itu hanya seujung kuku dibandingkan cinta seorang lelaki.” kata suami ke istrinya. Terang saja sang istri tidak terima. Dia membalikkan kata kata suami bahwa cinta lelakilah yangg tiada apa apanya dibandingkan sang istri.”Wanita telah melahirkan manusia. Kurang apa lagi CINTA seorang WANITA?” sengit sang istri. Akan tetapi, sang suami istri tetap pada pendapatnya. Sampai perdebatan mereka berakhir dgn penjelasan dari sang suami.
“Istriku, cinta perempuan itu memang hanya SEUJUNG KUKU dibandingkan cinta lelaki yg sebesar & sedahsyat ledakan gunung merapi.”Sang istri malah terdiam, seolah tak lagi mau bicara dengan suaminya. “Kau perhatikan Gunung Merapi istriku? Dia begitu besar, ledakannya dahsyat meluluhlantakkan apapun di sekitarnya. Itulah cinta lelaki.”Tapi istriku, engkau tau Gunung Merapi? ledakannya memang dahsyat, tetapi ia hanya meledak sekali saja…” “Dibutuhkan beberapa tahun bahkan puluhan tahun untuk bisa meledak & menggebu lagi.” Sang istri masih diam, sang suami melanjutkan.”Berbeda halnya dgn cinta seorang wanita, istriku. Cinta wanita itu kecil, sekecil kuku ini.” sang suami memperlihatkan jarinya”Tapi istriku, setelah diperhatikan ternyata kuku-kuku ini terus tumbuh meski kita memotongnya.” Kuku ini tak pernah mati sepanjang manusia itu masih hidup. Ia terus tumbuh meski pertumbuhannya tak terasa. Seperti cintamu, wahai istriku, aku melihatnya kecil bahkan tak terasa. Tapi ke sini kusadari bahwa cintamu tak pernah mati. “Cintamu seperti kuku, tak pernah mati meskipun aku telah beberapa kali memotongnya.”Mata sang istri kemudian beradu pandang dengan mata sang suami. Senyum kemudian terulas di wajahnya.” :’)

ummhh menarik yah kutipan diatas pembaca, tapi ga mesti istri melulu juga yang cinta nya seujung kuku kan yaa :-p


Related Post :

		

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s