Jagalah Perhiasan mu Saudariku..


caintik bukan konsumsi publik
*gambar google

Beberapa hari ini salah satu grup WA di handpone yang anggotanya khusus kaum hawa sedang rame dengan diskusi boleh atau tidak salah satu member dimasukkan kembali ke dalam grup tersebut karena belakangan diketahui bahwa nomor dan handphone yang digunakan adalah milik suaminya.. mayoritas anggota sih setuju setuju aja, termasuk saya sendiri pada awalnya karena tersentuh rasa iba kepada anggota tersebut yang sangat ingin berkumpul dengan anggota lainnya di grup itu.. tapi mengingat grup tersebut memang bertema reunian maka grup itu pun sering dijadikan ajang publish foto, kangen kangenan dan saling berkenalan.. ternyata ada anggota yang merasa tidak nyaman jika foto foto yang di publish nya nanti dilihat oleh suami teman yang disebutkan tadi, langsung terlintas di fikiran agar teman tersebut segera menghapus atau menyalin foto yang ada di whatsapp image suami nya jika memang di perlukan.. dan sama, masih banyak yang sejalan dengan ide yang saya berikan.

Kemudian saya berfikir kembali.. bukankah mencegah lebih baik dari pada mengobati?
dan ini adalah moment yang tepat agar jadi pembelajaran bagi kita semua.

Fenomena kaum hawa memajang foto di profil picture nya dalam berbagai akun sosial media sudah bukan hal yang asing kita dapati di sekitar kita. tak terkecuali para muslimah yang telah berjilbab rapi.. saya tidak mengetahui persis apa yang difikirkan atau menjadi alasan mereka.. tapi saya sendiri, sedari pertama memiliki akun disosial media, zaman friendster waktu itu belum pernah memajang secara khusus foto saya di profil picture nya.. ada rasa ketidak nyamanan tersendiri yang sulit saya tepis, kecuali jika foto tersebut di tag kan oleh teman teman karena saya segan untuk langsung menghapus nya khawatir yang bersangkutan tersinggung atau salah faham.. tetapi setelah lama berlalu, saya pun menghapus tag di foto foto tersebut.. pernah satu kali saya tergoda menampilkan foto editan saya yang hampir tidak kelihatan sebagai pemanis catatan, tapi lagi lagi, saya hapus kembali..

Maka dari itu, saya berniat sedikit menjelaskan dari yang saya ketahui mengenai tepat atau tidaknya memajang foto pribadi, bagi muslimah khususnya di akun sosial media/internet yang sering kita lihat saat ini..

Bismillaah..

Kita mulai dari hakikat keberadaan perempuan itu sendiri..
Ya Saudariku.. Pernahkan kita sadari bahwa kita adalah makhluk yang unik yang diciptakan Allah dengan karakteristik yang berbeda dari kaum lelaki.. kita lahir dengan segala keindahan dan kecantikan..
Lihatlah fisik kita, wajah kita, bentuk tubuh, suara maupun gerak gerik kita.. semuanya menjadi pesona tersendiri.. yang paling kasat mata tentunya adalah wajah dan bentuk tubuh.. Pesona tersebut pada hakikatnya dalah perhiasan diri kita yang menurut Al Quran semestinya kita jaga dan tidak diperlihatkan sembarangan kepada yang bukan mahromnya..
Dalam Al Quran surat An Nur ayat 31 Allah mengatakan “Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali barang yang lahir yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara lelaki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”

Kecantikan mu wahai saudariku..
Yang meski engkau tutupi dengan balutan jilbab lebar dan pakaian syari’i mu tetap dapat dinikmati oleh oranglain Jika engkau menampilkan nya di akun sosial media mu.. di safe dan lihat berulang kali..
Bagaimana rasanya jika di hadapan mu berdiri laki laki yang mematut mu dari ujung kepala sampai ujung kaki mu?
Tentu saja engkau merasa risih bukan.. Bagaimana jika tidak hanya satu lelaki?
Bayangkanlah dengan melihat foto mu itu, para lelaki bebas meliarkan imajinasi nya menembus jalinan benang yang menutupi tubuh mu sesuka hatinya, tak bergidik kah dirimu??

Di balik semua perintah Allah kepada hambaNya banyak sekali kebaikan yang dapat kita rasakan..
Bertaubatlah hai orang orang beriman agar kamu beruntung.. begitu Allah sebutkan..
Allah menyuruh kita para wanita untuk menjaga kehormatan dan perhiasan diri bukanlah tanpa maksud apa apa..
Dengan terbatas nya ilmu dan sempitnya pandangan kita.. yakinlah duhai saudari ku.. bahwa Ia, sang pencipta kita.. Inginkan yang terbaik untuk kita, kemashlahatan dunia dan akhirat kita..

Setidaknya menurut akal lemah saya yang papa ini ada dua hikmah yang dapat kita petik, diantaranya :

1. Membantu kaum adam ntuk menundukkan pandangan mereka.

Masih dalam rangkaian surat sebelumnya, ayat 30. Allah memerintahkan “Katakanlah hai Muhammad kepada orang laki laki yang beriman supaya mereka menundukkan pandangan mereka dan memelihara kehormatan mereka. yang demikian itu lebih suci bagi mereka; Sesungguhnya Allah amat mendalam pengetahuan nya tentang apa yang mereka kerjakan”

Dengan tidak menampilkan foto foto mu, engkau telah memelihara kehormatan dan kesucian mu sekaligus melihara pandangan mereka dan menjaga kehormatan serta kesucian hati mereka, para lelaki wahai saudariku..
Begitu juga sebaliknya, ketika jerat foto foto mu menggelincirkan langkah langkah mereka, tentu engkau pun tak akan luput dari pertanggung jawaban di hadapan Nya kelak.. mampukah engkau memikul nya?

Bahkan bagi setiap muslimah yang sudah bersuami sekalipun..
Bersuami toh tidak menggugurkan pesona kecantikan dan perhiasan yang sudah melekat pada diri mu..

Sebagai suami yang sholih, sesugguhnya Ia berkewajiban menjaga kehormatan dan kesucian istrinya..
Ada cemburu yang harus dimilikinya, yaitu cemburu jika istri nya melakukan perbuatan maksiat yang menyelisihi perintah Allah..
Cemburu agar terjaga rasa malu dan kemuliaan istrinya..
seperti ketika istrinya berduaan dengan lelaki lain, digoda laki laki lain, tidak menutup auratnya dengan sempurna, pun memamerkan perhiasan nya kepada orang orang yang bukan mahrom nya..

Saya tidak habis fikir kepada suami yang justru merasa bangga bisa menampilkan foto istrinya, foto berdua yang mesra maupun biasa dan menjadi konsumsi publik. padahal Allah bahkan mengancam tidak akan masuk surga dan Allah tidak akan melihat para suami yang tidak cemburu kepada istri dan keluarga nya dengan istilah dayuts..
“Tiga golongan yang tidak akan masuk syurga dan Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat, orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang menyerupai pria dan dayuts.” (HR. Nasa’i, Hakim, Baihaqi dan Ahmad)..

Sebagai istri yang sholihah, engkau pun sama, berkewajiban menjaga suami mu dengan sebaik baik nya..
dengan tidak menyimpan foto foto saudari mu di galery hp mu yang bisa jadi dapat terlihat oleh suami mu.
Wajar jika suami ingin melihat foto foto di galery istri nya, begitu juga istri tidak dapat melarang suami menyentuh Hp nya. jika engkau menyimpan foto wanita lain, tak khawatirkah suami mu secara sengaja maupun tidak memandangi foto wanita/istri orang lain?
Dalam hal ini, su’udzhon lebih baik kita kedepan kan. jangan begitu mudah yakin bahwa suami mu tidak akan pernah tergoda untuk melakukannya..
Jagalah Imam hidup Mu itu sebaik baiknya.. berusaha sebaik mungkin saja, bisa jadi masih banyak kekurangan yang tidak kita penuhi disana sini. apatah lagi bila abai terhadap nya.. Ya Rabbi, bantulah kami..

2. Menjaga diri dari orang orang yang berniat jahat dalam hatinya

Masih hangat di fikiran kita kasus seorang pedagang sate yang nyaris diancam hukuman pidana sekian tahun penjara karena menyebarkan foto tidak senonoh presiden ke-7 kita di akun sosial media nya..
Meski mengaku tidak membuatnya dan hanya ikut ikutan tapi kenyataan nya beliau ikut menyebarluaskan foto tersebut..
Jangan pandang hanya dari kehebohan berita maupun undang undang dan hukuman bagi pelaku nya ya..
Berfikirlah sampai pada hal bahwa diri mu pun dapat tertimpa musibah yang sama jika engkau bebas menampilkan foto foto mu itu di ruang publik dan bebas diakses oleh siapa saja.. Termasuk dunia maya yang saat ini kita berselancar di dalamnya. Apakah dirimu tidak merasa ngeri hai saudariku?
Meski tanpa editan tak senonoh sekalipun foto mu itu masih dapat digunakan oleh orang orang untuk mengarang cerita bohong dan mempergunakan foto mu untuk meyakinkan orang lain yang membaca nya.. أعوذ بالله, kita berlindung kepada Allah..

Banyak sekali ya saudariku.. hal hal yang dapat menodai kehormatan dan kesucian mu.. lebih baik kita waspada dengan menutup rapat celah celah itu semampu kita. agar tiada penyesalan di kemudian harinya..

“Tiadalah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah ‘Azza wa jalla, kecuali Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik bagimu..” (HR.Ahmad)

Wallahu a’lam bis showaab..

=saudarimu yang masih belajar dan mengingatkan dirinya=



		

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s