Terancamnya Pasar Rakyat dan Hilangnya Kepedulian


Iwan Yuliyanto

Bismillah …

Inilah penjajahan masa kini.
Kurcaca sukses curangi kurcaci.
Penguasa pura-pura buta-tuli.
Yang penting lancar setoran upeti.

Mengapa kita alergi belanja?
Di pasar rakyat dan warung tetangga.
Mengapa kita tega bahkan bangga?
Redupkan pijar asa sudra jelata.

Inilah realita ironis tragis.
Kurcaci bangga hidup konsumeris.
Pantaslah jika krisis smakin kronis.
Ibu pertiwi sedih dan menangis…

Itulah sebagian petikan lagu dari Hari Widi, berjudul “Super Market” [YouTube].

View original post 1,726 more words

2 thoughts on “Terancamnya Pasar Rakyat dan Hilangnya Kepedulian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s