Tips melahirkan normal, tanpa induksi dan tanpa jahitan


hanina kerinci

Menjadi seorang ibu adalah harapan hampir sebagian besar wanita. Untuk menjadi seorang ibu, wanita menjalani masa masa kehamilan dan persalinan setelah 9 bulan lebih. Berbagai metode persalinan kemudian berkembang, salah satunya yang saat ini mulai banyak diminati para ibu adalah kembali mengadopsi metode persalinan tradisional yang berlangsung secara alami (normal) tanpa banyak intervensi medis yang tidak diperlukan. Secara praktis, ibu yang melahirkan dengan normal memang lebih cepat pulih kondisi kesehatan nya dibandingkan dengan ibu yang bersalin dengan tindakan seperti circuum sarcio (caesar).

Dari pengalaman pertama bersalin tahun lalu, alhamdulillah banyak kemudahan yang saya rasakan, seperti lama waktu persalinan berlangsung cukup singkat, sekitar 20-30 menit, di rumah, ditemani bidan (kebetulan tetangga depan rumah), suami dan ibu secara normal, tanpa induksi dan tanpa jahitan.. Meskipun tidak pure gentle birth yaitu tidak “mengedan” ketika melahirkan, tetap banyak sekali manfaat yang saya rasakan. Sakit saat proses melahirkan rasanya tidak sesakit saat kontraksi sebelum detik detik persalinan. Beberapa menit setelah itu saya langsung ingin pub dan dapat berjalan bahkan berlari kecil karena kebelet ke belakang😀.

Sebenarnya, perihal melahirkan ini pasti tidak sama pada setiap wanita, karena berbagai kondisi (fisik, mental, takdir dan sebagainya yang juga berbeda). Contohnya, ketika konsultasi pasca melahirkan ke dokter kandungan saya bertanya mengapa saya bisa melahirkan anak pertama tanpa jahitan, beliau menjawab salah satu penyebabnya bisa jadi karena “pintu lahirnya” memang sedikit lebih elastis dari rata rata. Tidak lupa, tulisan ini juga sama sekali bukan ditujukan untuk mengenyampingkan pentingnya fasilitas dan tenaga kesehatan yang modern dan handal dalam membantu proses persalinan. Oleh karena itu, selain planning A untuk lahiran normal di dirumah, saya tetap menyediakan planning B dan C jika saat persalinan ternyata membutuhkan bantuan medis intensif atau perlu merujuk ke rumah sakit yang lebih memadai. Disini, saya hanya ingin sedikit berbagi tips tips yang saya petik dari pengalaman pribadi kepada pembaca yang barangkali saja berguna🙂

Pertama tama, untuk bisa melahirkan normal, tanpa induksi dan jahitan, seorang calon Ibu seyogyanya ;

1. Yakin bisa lahir normal. Untuk bisa melahirkan normal, ibu harus yakin pada dirinya sendiri. InsyaAllah bisa. Wanita sudah dikodratkan untuk melahirkan pasti diberi instrumen dan kemampuan untuk melakukan nya. Vagina contohnya didesain punya daya elastis untuk membesar berkali lipat dari pada ukuran nya. Ibu bisa memikirkan bagaimana para ibu zaman dulu bisa melahirkan dengan sehat dan selamat meski tanpa banyak tindakan, tidak di rumah sakit mahal ataupun dengan peralatan yang canggih. Jika mereka bisa, orangtua atau teman teman kita bisa, InsyaAllah kita juga bisa🙂. Bukankah ini bagian dari perjuangan yang kita didambakan?, bayangkan pertemuan dengan si buah hati yang selama ini menemani di dalam kandungan. Sesungguhnya melahirkan adalah tugas mulia yang hanya di sandangkan pada wanita, dipilih untuk menjadi jalan lahir seorang anak yang kelak akan diasuh dan dibesarkan dengan penuh cinta untuk menjadi generasi yang berguna. Jikapun terjadi hal hal yang diluar harapan kita toh ada ganjaran yang setimpal dari Tuhan. Dalam Islam bagi kita tersedia gelar syahid dan reward syurga dariNya🙂, jadi, kenapa tidak?😀

2. Ikhlas menjalani kehamilan dan masa persalinan, dengan demikian otak akan menstimulus tubuh untuk mengeluarkan hormon penenang yang dapat meminimalisir rasa sakit pada ibu saat kontraksi hingga proses persalinan.. Nikmati saat kontraksi itu terjadi, jangan dilawan. Kontraksi itu sendiri dapat mempermudah proses persalinan. Usahakan se rileks mungkin, terimalah sambil melantunkan kalimat positif seperti do’a dan ayat ayat Al Quran.

3. Komunikasi dengan bayi, sesungguhnya ibu dan bayi punya ikatan batin yang kuat. Berkomunikasilah sesering mungkin dengan bayi anda, ajak ia untuk bekerjasama dalam proses persalinan, katakan bahwa anda dan seluruh keluarga sudah rindu dan tidak sabar ingin bertemu🙂.

4. Siapkan kesehatan yang memadai sedari masa kehamilan. Iringi dengan asupan nutrisi yang dibutuhkan termasuk minum air putih agar metabolisme lancar. jangan sampai saat saat kontraksi menjelang persalinan ibu kurang makan sehingga lemas, hal ini bisa disiasati dengan minum minuman (yang mudah di teguk) sebagai sumber kalori seperti air madu, susu, jus kurma atau jus lainnya). jika kondisi kesehatan ibu memang beresiko, maka petugas kesehatan tidak akan menyarankan untuk persalinan normal. Contoh nya seperti pada pasien mengalami gangguan pernafasan, hipertensi, bobot bayi rendah/premature, dan sebagainya

6. Lakukan latihan fisik yang memadai untuk menyiapkan tubuh menjalani persalinan. Banyak penelitian yang mendukung hal tersebut. Contohnya senam hamil (bisa ikut kelas atau belajar sendiri di youtube), banyak jalan agar stamina terjaga saat persalinan, bisa juga dengan memperbanyak posisi sujud (agar kepala bayi terarah ke pintu lahir/tidak sungsang) dan sebagainya.

7. Cari tenaga kesehatan (dokter/bidan) dan fasilitas yang pro gentle birth / komit untuk mengupayakan persalinan normal jika tidak ada indikasi medis darurat. Caranya dengan melihat reputasinya berdasarkan pengalaman pasien pasien sebelumnya. Ada dokter/bidan yang mau sabar jika pasien juga sabar, yakin dan bertekad kuat untuk melahirkan normal. tapi jika pasien belum apa apa sudah mengerang berlebihan dan selalu mengatakan ketidak sanggupan nya, maka mereka juga akan menempuh jalan yang lebih pintas seperti induksi, vakum/forsep, maupun sectio caesar. Akan tetapi tidak dapat dipungkiri ada juga tenaga kesehatan yang orientasinya lebih kepada materi (maaf, laporan kawan sesama nakes), agar mendapatkan fee yang lebih besar mereka dengan gampang menyodorkan jadwal operasi yang dapat di pilih ibu dengan alasan alasan yang dibuat buat. Hal ini tidak hanya merugikan pasien dari segi materi, tetapi juga kesehatan bahkan jiwa. bahkan yang lebih menggelitik, operasi caesar ditawarkan dengan iming iming tidak capek, tidak sakit, tidak merusak organ intim dan sebagainya. Sesungguhnya persalinan tidaklah sama dengan membuat kue untuk dijual yang dapat ditambahkan bahan apa saja oleh penjual dengan berbagai topping agar dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi. Oleh karena itu, penting bagi ibu belajar sedikit mengenai ilmu persalinan, kapan dan bagaimana tindakan medis perlu atau tidak dilakukan dalam persalinan. Disamping itu, pemilihan tempat juga penting agar ibu merasa rileks dan tidak takut/asing sehingga memperlancar proses persalinan.

8. Pada gentle birth yang paling ideal, ibu tidak perlu mengedan, tetapi jika tidak dapat mencapainya, mengedan boleh dilakukan ketika sudah crowning (kepala bayi terlihat sedikit) dan dengan aba aba dari tenaga kesehatan. “Cara nya mengedan ialah seolah olah seperti mengeluarkan pup yang keras, tarik nafas dan jangan dihembus melalui mulut, tapi bawakan ke dalam dan turunkan ke perut. Usahakan jangan menaikkan/meninggikan pantat karena akan memperbesar robekan”.

9. Dukungan dari orang orang teredekat. Dukungan ini sangat penting, oleh karena itu;
-Jika memungkin kankondisikan mereka (suami,ibu dll) dapat mendampingi
sejak sebelum hari H.
-Minta mereka memahami ketika saat saat menjelang lahir kondisi ibu akan
berat, bahkan emosi labil. sehingga ketika saatnya tiba mereka bisa menguatkan kesabaran dan menghibur dengan kalimat kalimat penyemangat.
-Kuatkan tekad keluarga untuk mengupayakan kelahiran normal,
jika keluarga tidak kuat, melihat istri/anak bersusah payah bisa timbul iba sehingga membatalkan persalinan normal meskipun tidak ada indikasi gawat darurat.

10. Minta saran saran dari sahabat/keluarga dan ambil pelajaran dari pengalaman mereka yang telah bersalin lebih dulu, kenapa bisa normal/tidak. dan sebagainya. Pertama dan Terakhir, Berdo’a dan tawakkal kepada Allah, tugas kita melakukan usaha sebaik baiknya, hasil di tangan yang kuasa.

Demikianlah sedikit pengalaman saya, semoga bermanfaat🙂


		

20 thoughts on “Tips melahirkan normal, tanpa induksi dan tanpa jahitan

  1. Pingback: Thousand Days | Samudra Kehidupan

  2. Pingback: A Thousand Days | Samudra Kehidupan

  3. mbak aqu hamil pertama dan msh 4 bulan tpi aqu mau normal dan tnpa jait lahiran nya..yg pntng aqu thu cara ngejan yg baik itu gmna ya..kdng kita kan g’ sadar krn udah nahan sakit ntr melahir kan..

    Like

    • kalau aku sih di ajarin cara ngedan nya tu.. kyak kita mau pup teh, tapi di tekan ke dalam (perut bawah) tekanan nya.. jadi ga bersuara pas ngedan itu.. usahain banyak exercise biar nafas nya panjang..

      Like

  4. Alhamdulillah tiga kali melahirkan semuanya normal dan ga pake acara jahit menjahit he…he…
    Saya lahiran di bidan yang senior. Orangnya sabar banget jd pas lahiran bisa tenang dan nyaman.

    Like

    • aku ngitung nya dari pecah ketuban mba.. karena sebelum pecah ketuban aku belum panggil bidan, jalan aja terus mutar2 sujud dan jongkok walau perut cenat cenut tiap 2 menit sekali.. udah maghrib baru baringan, isya nya pecah ketuban.. klw dibawa bedrest mungkin lebih lama kali ya jadinya mba, hihi..

      Like

  5. aku lahiran normal dua2nya, tapi pake acara mules2 sampe 3 hari…wkwkwkwkwk
    berhubung gk ada rencana punya anak lagi, jadi cuma bisa doain semoga teman2 yg lagi hamil proses melahirkannya lancar…gak lebay kayak aku… :))))

    Like

  6. Baru tau kalau gentle birth ga perlu ‘ngeden’ nih. Btw aku belum pernah hamil (iya lah, belum nikah juga😀 ) tapi pernah dioperasi kayak cesar. Mungkin ga bisa melahirkan normal?

    Like

    • hihi aku bacanya gitu mba, tp ga mutlak kok.. katanya beby bisa nemuin jalan lahirnya sendiri.. dan setelah aku baca baca lagi, seperti nya memang ga banyak yang bisa lahir tanpa ngeden, hehe.. ohh udah pernah dioperasi ya mba, tp meski udah caesar banyak emak emak yang bisa kembali lahiran normal loh mba.. teman teman ku contohnya. coba di intip intip aja di om gugel mba pengalaman emak emak yang udah pernah caesar dan bisa persalinan normal🙂, moga disegerakan ketemu jodohnya ya mbaaa, aamiiiin.. hehe

      Like

  7. Alhamdulillah saya sudah 2x normal semua, tetapi kelahiran yang pertama yang menegangkan karena hampir mau pingsan sampai harus di infus dan oksigen, Kalau yang ke-2 sangat dipermudah, hanya sekali mengejan langsung keluar🙂

    Like

  8. Dulu saya Caesar karna bayinya melintang jadi ada kemungkinan bisa normal asal jarak kehamilan cukup, antara 2-3 tahun. Semoga kalau hamil lagi bisa normal. amin…..

    Terima kasih sharingnya mbak

    Like

    • aamiiiin.. iya maks, kalo udah dekat hari H memang ga mudah buat membalikkan posisi baby, makanya kita udah start di trimester ketiga atau bulan ke 8-9.. aamiiiin.. moga rezeki ya mak di persalinan berikutnya🙂

      Like

  9. Saya sudah mempraktekkan hal2 tersebut di atas, tapi tetap saja harus diinfus terus dan jahitannya banyak terus, hadeeuuh… kurang canggih nih hihihi… tapi alhamdulillah, bisa normal terus, walaupun yg terakhir sempat disarankan ceasar🙂

    Like

    • hihi.. iya mak? tp Alhamdulillah normal terus ya maak.. oya ada yang ketinggalan saya tulis di point 8. dan itu salah dua yang penting juga. monggo dilirik lagi maks, hehe..

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s