Romantis itu.. (part I)


Romantisme bagi pasangan muda mudi yang belum menikah itu bertaburan contoh dan kisahnya.. Tapi, bagi pasangan yang sudah menikah apalagi punya anak.. Seperti apa sih ekpresi romantisme nya?

Ini ada sedikit dari contoh contoh romantisme ala saya, ditulis satu tahun yang lalu sebenarnya.. dijadikan part 1 karena sebenarnya ada buanyak banget lagi yang ga sempat terselamatkan saat HP di reset beberapa waktu lalu

Cek cek, panggil backsound dulu, hehešŸ˜€

Romantis itu..
Saat seorang anak bungsu yang sudah sepuluh tahun merantau, baru lulus kuliah dan belum bekerja minta izin menikah pada orangtua nya yang sudah sangat merindukan nya

Romantis itu..
Ketika orang tua mu bersedia menyerahkan putri pertama nya pada orang yang penghasilan pun belum punya..

Romantis itu..
Seperti pesan mu di awal kita menikah dulu..
jangan bergantung padaku, bergantunglah pada Allah..
karena segala sesuatu dalam kuasa Nya
dan Ia tak kan pernah menyia nyiakan hambanya

Romantis itu..
Ketika pasangan mu adalah dirimu sendiri, berbicara dengan nya seperti berbicara dengan dirimu sendiri.. Ya, sejati nya ia memang dirimu pada tubuh yang berbeda

Romantis itu..
Ketika kalian merancang dan menulis rencana hidup kalian bersama sama

Romantis itu..
Ketika dia yang tengah makan dengan teman teman nya, kemudian menghampiri mu untuk memberikan setengah makanan nya.

Romantis itu..
ketika engkau duduk bersama sama dalam satu meja, sama sama belajar meski mempelajari hal yang berbeda

Romantis itu..
Ketika dia tersipu malu saat engkau nyatakan cinta

Romantis itu..
Ketika engkau memandang polos wajahnya yang sedang bercengkrama dalam mimpi mimpinya

Romantis itu..
Ketika ia bilang tak apa meski berat bagi nya semata untuk kebaikan mu dan agar engkau bahagia

Romantis itu..
Ketika engkau beranjak sedikit dari sisi nya lalu dia gusar dan bertanya mau kemanaa

Romantis itu..
Ketika dia mengekor kemana pun engkau dan anak mu berada

Romantis itu..
Ketika kalian bercengkrama, meledek dan tertawa

Romantis itu..
Ketika ia dengan inisiatif nya memijat punggungmu setelah melihat mu berkutat dengan bayi mu

Romantis itu..
Ketika ia bertanya tanya, apa tulisan terbaru di blog mu

Romantis itu..
Ketika ia minta izin untuk jujur mengatakan, aku bangga padamu

Romantis itu..
Ketika ia ingin belajar ini itu dari mu

Romantis itu..
Ketika kalian saling mengingatkan dalam beramal

Romantis itu..
Ketika engkau bersama sama mengingat kembali tujuan hidup yang kalian bina, yakni syahid di jalan Nya

Romantis itu..

Biar Allah yang melihat bagaimana kita berupaya menjaga hati hati mereka, meski saat sirna tabir penghalang antara kita

Romantis itu..
Saat kucium tangan mu dan kau kecup keningku sebelum pergi mu..

Romantis itu..
Saat kau suapkan sarapan kesukaanku sambil ku susui bayi dalam pangkuanku

Romantis itu..
Saat iya mengumpulkan sendiri baju nya yang kotor untuk dicuci

Romantis itu..
Saat engkau dan dia saling menunggui untuk pulang bersama

Romantis itu..
saat begitu akrab telinga ku dengan ucapan terimakasih dari mu

Romantis itu..
Saat ia memasukkan sepatu mu yang tertinggal di teras malam hari sebelum menutup pintu

Romantis itu..
saat ia tak keberatan mengambil sendiri makanan untuknya di pagi dan malam hari

Romantis itu..
saat ia mengatakan begitu tenang dan bahagia bersama mu

Romantis itu..
Saat dekap nya erat tak ingin melepasmu..

Romantis itu..
saat engkau saling menguatkan kala susah dan senang

Romantis itu..
ketika dalam hati pun engkau selalu mengatakan cinta

Romantis itu..
Ketika ia memandikan mu dan tak merasa sungkan membersihkan kotoran mu

Romantis itu..
Saat ia memasukkan anak rambut yang menyembul di sela sela jilbab mu

Romantis itu..
Saat bahagiamu adalah membahagia kan nya

Romantis itu..
Saat ia tak pernah risau padamu, karena begitu yakin dan percaya engkau bisa menjaga diri dan cintanya

Romantis itu..
Engkau lah tempat ia bermuara

Romantis itu..
Ketika engkau melayani dan memuliakan nya sebagai kebutuhan, bukan sekedar kewajiban

Romantis itu..
Ketika dengkuran nya menjadi nyanyian merdu pengantar tidurmu

Romantis itu..
Ketika ia begitu teliti menjaga aurat dan izzahmu

Romantis itu..
Bermotor ria berdua di jalan raya

Romantis itu..
Ketika tetap rindu walau baru bertemu

Romantis itu..
Ketika ia ingin sekali memberikan apapun yang ia punya

Romantis itu..
Ketika ia merasa bersalah makan enak diluar sementara engkau dirumah makan seadanya

Romantis itu..
genggam tangan nya menuntun mu menyeberang jalan raya

Romantis itu..
Ketika ia mengoreksi tajwid mu dan kau simak bacaan Al Qur’an nya

Romantis itu..
Ketika ku pijit tubuh mu dan ku usap kepalamu

Romantis itu..
Ketika kita ber facial ria

Romantis itu..
Syukur di hatiku memilikimu

Romantis itu..
Sabar atas kelebihan mu

Romantis itu..
Saat dia membawa pulang makanan kesukaan mu..

Romantis itu..
seperti katamu, biar kita refleksikan lagi bagaimana kita meletak kan prinsip berkeluarga dan berteman pada tempatnya..
bukan karena selalu seiya sekata, juga bukan karena tahta dan harta..
berbuat adillah, dukung, kritisi, berteman dan berkeluargalah karena Allah..
seperti pesan Rosulullah, tolonglah orang yang didzolimi dan mendzolimi..

hadeeh.. romantis bagi kamu gimana?šŸ˜‰

Related Post :

 

One thought on “Romantis itu.. (part I)

  1. Pingback: Membangun Peradaban, Sebuah Refleksi diri #NHW3(IIP) | Samudra Kehidupan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s