Mendidik dengan Kekuatan Fitrah


Lagi lagi saya harus belajar dan berfikir ulang materi materi yang diberikan selama program Matrikulasi IIP, kali ini dengan tema mendidik dengan kekuatan fitrah.. Selama ini, yang saya fahami baru sebatas fitrah sang anak dalam hubungan nya dengan Sang Pencipta, Allah Subhanahu Wata’ala seperti yang dijabarkan dalam QS. Al-A’raf: 172 yang artinya

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), Kami menjadi saksi”. (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”

yang berarti setiap anak sebelum lahir kedunia fitrah nya meyakini dan meng-esakan Allah Subhanahu Wata’ala, maka peran lingkungan (keluarga maupun masyarakat) lah yang akan mempengaruhi apakah anak tersebut akan tumbuh dan hidup sesuai fitrah nya atau bukan.. Ternyata, mendidik dengan kekuatan fitrah itu lebih luas lagi.. tidak hanya fitrah berbasis keimanan, juga fitrah bakat, fitrah belajar, fitrah perkembangan, sampai fitrah seksual..

Memang judul materi ini mirip dengan judul sebuah buku yang di tulis oleh Ibu Sri Rahayu yang tepatnya berbunyi “Mendidik anak sesuai fitrahnya”, namun, setelah saya cari tau isi nya sudut pandang yang digunakan berbeda namun saling melengkapi. Berbagai Potensi Fitrah yang disebutkan tadi saya temukan penjelasan nya dalam sebuah artikel yang diulas oleh komunitas Islamic Home Education Indonesia, sudut pandangnya Top Down. Sementara Pembahasan yang diulas oleh ibu Sri Rahayu saya temukan di salah satu artikel yang di publis di komunitas TUM (The Urban Mama) lebih ke tataran praktis mendidik anak sesuai dengan tahap tahap perkembangan dan usia nya.

Menurut Islamic Home Education Indonesia (baca : ihei), Mendidik Berbasis Fitrah dapat meliputi 4 konponen utama, seperti dijabarkan melalui infografis yang di desain oleh mba isti berikut ini

home-education-concept

Ada 4 potensi fitrah yang dimiliki oleh anak ;

(Potensi fitrah seksualitas akan saya bahas di postingan selanjutnya..)

1. Potensi Fitrah Keimanan

Potensi fitrah iman ini yang akan menuntun sang anak untuk mengenal sang khalik dan mengarahkan hidupnya menuju insan yang mulia. Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk mengenalkan dan mendidik anak dengan nilai nilai dan ritual agama. Tidak hanya mengajarkan ucapan syahadat, tetapi juga bagaimana sang anak memahami benar konsekuensi dari pernyataan dan janji yang dilafaskan nya. Senantiasa mendahulukan Allah dan Rasul diatas apapun jua. Tidak hanya mengajarkan sholat, tetapi juga bagaimana sholat itu dapat mencegah nya dari berbuat keji dan aniaya, baik pada dirinya sendiri maupun pada oranglain. Tidak hanya mengajarkan puasa, tetapi juga menahan hawa nafsu duniawi dan ikut merasakan/empati pada orang orang yang tidak berpunya. Tidak hanya berzakat saat mencapai haulnya, tetapi juga belajar menunaikan hak hak orang lain, menjembatani hubungan sosial masyarakat antara si miskin dan si kaya, melatih kepedulian pada persatuan dan kesatuan ummat. Tidak hanya berhaji, tetapi bagaimana haji nya bisa berbuah mabrur dan membawa bekas pada diri dan lingkungan nya.. dan sebagainya.

2. Potensi Fitrah Belajar

Setiap bayi yang lahir pada dasarnya adalah pembelajar tangguh sejati, seorang Ibu mungkin bisa melihat bagaimana usaha seorang bayi belajar, mulai dari memiringkan badan, telungkup, duduk, berdiri hingga berjalan.. Sikap pembelajar sejati ini terlihat ketika sang anak mudah sekali meniru orang tua nya. Sehingga sebagai ibu seyogyanya memberikan contoh yang baik kepada anak anak. Fitrah belajar bukan berarti sang anak harus di jejali les ini itu yang melelahkan jiwa dan raganya, harus juara di kelas nya, tetapi bagaimana mendidik anak untuk mencintai ilmu, sehingga dengan kesadaran nya sendiri belajar dan mempelajari apa yang tepat dan diperlukan nya.

3. Potensi Fitrah Bakat

Setiap anak yang dilahirkan pasti memiliki bakat dan potensi nya masing masing, jika ada anak yang tidak memiliki bakat, maka sesungguhnya kita lah yang telah gagal menemukan nya.

4. Potensi Fitrah Perkembangan

Seorang manusia sedari lahir hingga dewasa tumbuh sesuai dengan tahap tahap perkembangannya. dari bayi sampai aqil baligh dan sesudahnya, Tugas orangtua mengikuti dan menemani selama tahap tahap ini. tidak terlalu cepat dan tidak juga terlambat. Terlalu cepat saat anak anak yang masih kecil sudah kita bebankan hal hal yang diluar nalar dan kemampuan nya, atau sudah besar tetapi justru tidak matang emosi dan jiwanya.

Ke 4 potensi fitrah ini sebaiknya saling bersinergi satu sama lain agar terwujud insan kamil yang memiliki peran peradaban.

Fitrah bakat tanpa fitrah keimanan akan melahirkan talented professional yang berakhlak buruk, begitupula sebaliknya fitrah keimanan tanpa fitrah bakat akan melahirkan orang orang beriman yg paham agama namun sedikit bermanfaat.

Maka tak heran jika kita mendapati orang orang yang berkuasa yang berbuat zalim dengan kekuasaan nya, tidak peduli dengan orang orang yang lemah yang mestinya mendapat naungan nya. Begitupula sebaliknya, kita temukan orang orang yang tauhid nya sudah lurus tetapi minim karya dan manfaat pada sesama.

Fitrah belajar tanpa fitrah keimanan akan melahirkan para sciencetist dan innovator yang berbuat kerusakan di muka bumi, begitupula sebaliknya fitrah keimanan tanpa fitrah belajar akan melahirkan generasi agamis namun mandul dan tidak kreatif.

Tidak sedikit kita temukan orang orang yang berilmu, tetapi justru menggunakan ilmu itu untuk merusak orang lain, menipu dan merugikan orang lain. Sebaliknya ada orang orang yang pemahaman agama nya baik minim pengetahuan sehingga bisa jadi malah menjadi mangsa orang orang dengan fitrah belajar tanpa iman.

Fitrah belajar tanpa fitrah bakat akan melahirkan pembelajar yang tidak relevan dengan jatidirinya, begitupula sebaliknya, fitrah bakat tanpa fitrah belajar akan melahirkan orang berbakat yang tidak innovatif.

Fitrah belajar dan bakat ini merupakan paduan yang sangat ideal yang di harapkan banyak orang termasuk saya sendiri.. ketika apa yang kita sukai terus kita pelajari sehingga mewujudkan 4 E. Enjoy, Easy, Excellent dan Earn.. Kita enjoy melakukan nya, kita mudah melakukan nya, kita ahli di pekerjaan tersebut dan menghasilkan secara finansial..

Akhir kata, saya kutip

Semua fitrah personal itu jika tidak ditumbuhkan sesuai fitrah perkembangannya akan membuat generasi yang tidak matang dan tidak utuh menjadi dirinya. Fitrah belajar dan fitrah bakat yang tumbuh bersamaan dengan fitrah keimanan sesuai fitrah perkembangan akan melahirkan generasi aqilbaligh yg inovatif, produktif dan berakhlak mulia.

Semoga kita diberi kemudahan oleh Allah dalam mendidik anak, juga diri sendiri untuk memaksimalkan potensi potensi fitrah yang ada.. Aamiiin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s