Mendidik dengan Kekuatan Fitrah

mendidik-anak-dengan-fitrah

Lagi lagi saya harus belajar dan berfikir ulang materi materi yang diberikan selama program Matrikulasi IIP, kali ini dengan tema mendidik dengan kekuatan fitrah.. Selama ini, yang saya fahami baru sebatas fitrah sang anak dalam hubungan nya dengan Sang Pencipta, Allah Subhanahu Wata’ala seperti yang dijabarkan dalam QS. Al-A’raf: 172 yang artinya

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), Kami menjadi saksi”. (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”

yang berarti setiap anak sebelum lahir kedunia fitrah nya meyakini dan meng-esakan Allah Subhanahu Wata’ala, maka peran lingkungan (keluarga maupun masyarakat) lah yang akan mempengaruhi apakah anak tersebut akan tumbuh dan hidup sesuai fitrah nya atau bukan.. Ternyata, mendidik dengan kekuatan fitrah itu lebih luas lagi.. tidak hanya fitrah berbasis keimanan, juga fitrah bakat, fitrah belajar, fitrah perkembangan, sampai fitrah seksual.. Continue reading

Membangun Peradaban, Sebuah Refleksi diri #NHW3(IIP)

Sebuah Peradaban sejatinya dimulai dari peradaban kecil bernama keluarga. Jika ingin membangun sebuah peradaban, mulai lah dari membangun keluarga, membangun jasad dan ruh keluarga.

“Tugas utama dalam membangun peradaban adalah mendidik anak anak sesuai dengan kehendakNya, bukan mencetaknya sesuai dengan keinginan kita”

Kutipan ini sama persis dengan salah satu ilmu parenting yang pernah saya baca dari ustad Fauzil Adhim yang juga seorang dosen dan praktisi parenting.

“Sang Maha Pencipta menghadirkan kita di muka bumi ini sudah dilengkapi dengan “_misi spesifiknya_”, tugas kita memahami kehendaknya”

Continue reading

Romantis itu.. (part I)

romantis

Romantisme bagi pasangan muda mudi yang belum menikah itu bertaburan contoh dan kisahnya.. Tapi, bagi pasangan yang sudah menikah apalagi punya anak.. Seperti apa sih ekpresi romantisme nya?

Ini ada sedikit dari contoh contoh romantisme ala saya, ditulis satu tahun yang lalu sebenarnya.. dijadikan part 1 karena sebenarnya ada buanyak banget lagi yang ga sempat terselamatkan saat HP di reset beberapa waktu lalu

Continue reading

4 Jurus Ibu Professional #IIPWeek2

4-jurus-menjadi-ibu-professional

Menggapai asa menjadi seorang Ibu Profesional pastilah tidak semudah memahami teori, bukan berarti pula tidak perlu teori. Teori yang terlalu panjang dan rumit akan membuat ibu ibu lekas jenuh dan menyerah.. Para Ibu butuh teori yang selain “essensiable” juga “aplikatifable”.  Jelas landasan berpijak nya dan bisa di terapkan aplikasi nya.

Menyimak kajian Matrikulasi IIP minggu kedua ini semakin membuka mata saya dan para peserta lainnya bahwa menjadi seorang Ibu Professional ternyata bisa di organized sedemikian rupa sehingga kita tau arah dan langkah kita setahap demi setahap sedang menuju ke arah sana, aamiiiin..

Bagi yang belum menonton, saya pernah share salah satu video dari Ibu Septi di sebuah postingan lawas

baca : How To Be A Professional Mother

Sebelum masuk ke Jurus Ibu Professional yang di rumuskan dalam IIP, kita bicara dulu mengenai teori “Ibu” Professional itu sendiri.. Saya kutip dari materi matrikulasi yang boleh kembali di share oleh peserta matrikulasi dengan bahasa nya masing masing. Continue reading

Ibu professional, dimulai dari diri dan keluarga.. #NHW2(IIP)

ibu-professional-di-mulai-dari-diri-dan-keluarga

Menjadi ibu professional ternyata ga cukup mengandalkan persepsi diri sendiri.. tetapi juga melibatkan orang orang terdekat yaitu suami dan anak anak.. Oleh karena itu, penting bagi istri untuk bertanya bagaimana sih gambaran seorang istri yang di inginkan oleh suami, bagaimana pula gambaran ibu yang di inginkan oleh anak anak..

Continue reading